Deskripsi Buku
Judul Buku: Jalin-Kelindan Sains, Islam, dan Budaya: Konsep, Model, dan Implementasi Pembelajaran Integratif untuk Menumbuhkan Nalar Kritis dan Kepedulian Lingkungan
Ukuran: 17,6 x 25 cm
Jumlah Halaman: x+ 257 halaman
ISBN: (dalam proses)
Sinopsis:
Di tengah eskalasi krisis ekologis global dan rendahnya kecakapan berpikir kritis generasi muda, dunia pendidikan tinggi Islam menghadapi tantangan eksistensial yang mendalam. Selama ini, integrasi keilmuan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) kerap terjebak sebatas slogan administratif atau tempelan normatif belaka, ayat suci dibacakan di awal kuliah, namun materi sains dan realitas lingkungan tetap berjalan di jalurnya masing-masing tanpa dialog epistemologis yang hakiki. Mengapa jurang pemisah antara sains, ajaran Islam, dan kearifan lokal terus menganga di ruang-ruang kuliah kita?
Buku ini hadir membongkar akar persoalan tersebut dari dimensi yang paling fundamental namun kerap terabaikan: tata kelola dan manajemen pembelajaran. Melalui landasan epistemologis Tauhidic Knowledge yang menegaskan kesatuan seluruh cabang ilmu, penulis mengartikulasikan integrasi sains, Islam, dan budaya ke dalam kerangka manajerial POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling) secara sistematis. Dari sinergi ini lahir Model MANASIB (Manajemen Pembelajaran Integrasi Sains-Islam-Budaya), sebuah arsitektur instruksional komprehensif yang memadukan pendekatan Problem-Based Learning (PBL), Student Activity Sheet (SAS) terstruktur, dan penilaian lintasan belajar autentik Authentic Assessment Based on Teaching and Learning Trajectory (AABTLT).
Disusun secara sistematis dari riset pengembangan berbasis bukti (R&D ADDIE), karya ini membedah potret nyata kesenjangan di ruang kuliah, merumuskan cetak biru model yang telah teruji validitasnya secara ketat, hingga menyajikan bukti empiris atas lompatan nalar kritis dan kepedulian lingkungan mahasiswa. Pembahasan di dalamnya menjadi rujukan berharga dan aplikatif bagi para dosen sains maupun rumpun ilmu agama, pengelola program studi, pimpinan perguruan tinggi, peneliti pendidikan, hingga para pengambil kebijakan yang bertekad mentransformasikan diskursus integrasi menjadi kurikulum kelas yang terukur.
Lebih dari sekadar buku teks pedagogi, karya ini merupakan peta jalan strategis untuk merajut kembali mandat kekhalifahan manusia di muka bumi dengan tuntutan zaman. Dengan membaca buku ini, Anda akan memperoleh panduan praktis dan konseptual untuk mengubah ruang kuliah menjadi kawah candradimuka yang melahirkan intelektual muslim berkarakter insan kamil, sosok akademisi yang tajam menimbang dengan nalar kritis, sekaligus teguh menjaga kelestarian semesta dengan hati yang pedul
