Deskripsi Buku
Judul Buku: Humanizing AI: Pedagogi yang Memanusiakan Teknologi
Jilid 1: Fondasi dan Konsep
Cetakan: Pertama, 2026
Ukuran: 17,6 cm x 25 cm
Jumlah Halaman: xiii + 224 halaman
ISBN: (dalam proses)
Sinopsis:
Di tengah derasnya arus kecerdasan artifisial yang memasuki ruang kelas, pendidikan menghadapi pertanyaan mendasar: apakah teknologi akan memperkuat daya pikir manusia, atau justru membuat peserta didik semakin bergantung pada jawaban instan? Humanizing AI: Pedagogi yang Memanusiakan Teknologi (Jilid 1 – Fondasi dan Konsep) hadir sebagai respons atas kegelisahan tersebut. Buku ini mengajak pembaca melihat AI bukan sebagai ancaman yang harus ditolak, melainkan sebagai alat yang perlu ditundukkan pada tujuan pendidikan: menumbuhkan manusia yang berpikir, merasakan, dan bertindak secara utuh.
Melalui pembahasan yang tajam dan reflektif, buku ini membongkar risiko cognitive offloading, yaitu kecenderungan menyerahkan kerja nalar kepada mesin. Pembaca diajak memahami bahwa AI bukan “dewa kebenaran”, melainkan sistem statistik yang dapat keliru, bias, bahkan berhalusinasi. Karena itu, literasi AI, etika digital, dan kemampuan verifikasi menjadi bekal penting agar guru dan siswa tidak sekadar menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pengendali arah penggunaannya.
Berakar pada Visi Pendidikan Nusantara, buku ini memadukan semangat pemerdekaan nalar R.A. Kartini dengan filosofi Sistem Among dan Asas Trikon Ki Hadjar Dewantara. Dari sini lahir gagasan bahwa guru bukan hanya operator perangkat digital, melainkan arsitek kelas yang merancang pengalaman belajar bermakna, berkesadaran, dan menggembirakan. AI dapat menjadi mitra belajar, tetapi pusat pendidikan tetaplah manusia dengan martabat, nalar, budaya, dan budi pekertinya.
Buku ini penting bagi guru, kepala sekolah, dosen, mahasiswa pendidikan, pengambil kebijakan, dan siapa pun yang peduli pada masa depan pembelajaran. Dengan bahasa yang kuat, kontekstual, dan menggugah, buku ini menawarkan kompas konseptual untuk menavigasi era algoritma tanpa kehilangan jiwa pendidikan. Sebuah ajakan untuk memastikan bahwa di tengah dominasi mesin pintar, sekolah tetap menjadi ruang tempat manusia belajar menjadi manusia.



