Harga: Rp. 100.000,-
Deskripsi Buku
Judul Buku: TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge): Mengintegrasikan Teknologi untuk Pembelajaran Mendalam dan Memerdekakan di Era Kurikulum Merdeka
Jilid 1: Konsep, Evolusi, dan Esensi
Penulis: Dr. Iman Nurjaman, M.Pd.
Cetakan: Pertama, 2026
Ukuran: 17,6 cm x 25 cm
Jumlah Halaman: ix + 252 halaman
ISBN: (dalam proses)
Sinopsis:
Di tengah perubahan pendidikan yang semakin cepat, guru tidak lagi cukup hanya menguasai materi dan metode mengajar. Guru juga perlu memahami cara menggunakan teknologi secara tepat, bermakna, dan selaras dengan kebutuhan peserta didik. Buku TPACK (Technological Pedagogical Content Knowledge): Mengintegrasikan Teknologi untuk Pembelajaran Mendalam dan Memerdekakan di Era Kurikulum Merdeka hadir untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Jilid pertama ini mengajak pembaca memahami dasar, evolusi, dan esensi TPACK sebagai kerangka penting dalam pendidikan abad ke-21. Buku ini membahas hubungan antara teknologi, pedagogi, dan konten secara utuh, sehingga teknologi tidak dipahami sebagai sekadar alat bantu, tetapi sebagai bagian dari desain pembelajaran yang sadar, terarah, dan berdampak.
Pembaca akan diajak menelusuri tantangan pendidikan digital, karakter siswa digital native, perubahan peran guru, bukti empiris penerapan TPACK, serta kaitannya dengan pembelajaran mendalam, STEAM, keterampilan 4C, kecerdasan artifisial, dan pembelajaran koding. Buku ini juga mengulas isu etika, kesenjangan digital, privasi, keamanan data, serta pentingnya menjaga sisi humanis dalam pembelajaran berbasis teknologi.
Ditulis dengan pendekatan konseptual, reflektif, dan relevan dengan Kurikulum Merdeka, buku ini cocok bagi guru, dosen, mahasiswa kependidikan, peneliti, kepala sekolah, pengembang kurikulum, serta praktisi pendidikan yang ingin membangun pembelajaran yang lebih bermakna dan memerdekakan.
Buku ini tidak hanya menawarkan teori. Ia mengajak pembaca berpikir ulang tentang tujuan penggunaan teknologi di kelas. Melalui TPACK, pendidik dapat merancang pengalaman belajar yang lebih kontekstual, kolaboratif, kreatif, dan berpusat pada peserta didik. Inilah fondasi penting untuk membentuk generasi yang kritis, adaptif, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.



